can i order cigarettes online where can i buy lucky strikes in atlanta

SBY kagumi NTB (Canangkan VLS 2012 dan Panen Mutiara)


scan0006Mataram - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan Visit Lombok-Sumbawa (VLS) 2012, di kawasan wisata Senggigi, lombok Barat kemarin (6/7). Momentum Pencanangan VLS 2012 juga diisi dengan panen mutiara bersama ibu negara Ny. Ani Yudhoyono, para menteri dan juga Gubernur NTB.

PEMPROV NTB mencanagkan program Visit Lombok-Sumbawa 2012 menggunakan perhitangan yang matang. Gita Ariadi, Kepala Dinaas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB mengurai mengapa angka 2012 dipilih. “Ini hitungan statistic.Bila pertumbuhan wisata Lombok dihitung linier, mulai dari 10 persen lalu 15 persen dan seterusnya, jumlah 500.000 wisatawan pada 2008 bakal mencapai 9.450.888 pada 2012.” Ungkap Gita.”Jadi, angka itu kami bulatkan menjadi sejuta orang pada 2012.” Tambahnya.

Tahun 2012 juga dianggap tahun yang aman dan terbaik untuk industry pariwisata Lombok. Alasannya sederhana, ada masana orang ingin bepergia setelah menahan diri tak mengunjungi belahan dunia lain. World Tourism Organization (WTO) memperkirakan, pada 2009 pertumbuhan pariwisata dunia hanya tumbuh 4 persen. Untuk Asia Tenggara, WTO mencantumkan angka 6,2 persen turun dari targent sebelumnya yang 12,4 persen. Menurunnya angka pertumbuhan itu disebabkan masyarakat Eropa diduga akan melakukan penghematan ketat. Kebetulan peminat wisata di Lombok 80 persennya adalah turis Eropa. Jadi, pada tahun 2009 dipastikan Lombok sepi wisatawan asing karena berhemat, dan lagi pula Indonesia sedang mengelar pemilihan umum. “Pada 2010 kemungkinan krisis masih berlanjut dan kebetulan pula pada tahun itu beberapa kabupaten di NTB sedang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah.” Tutur Gita lebih lanjut. “ Dalam situasi seperti itu, berdasarkan pengalaman saya, turis yang enggan dating.” Alhasil, 2012 adalah tahun yang paling baik. Krisis selesai, keamanan beres karena tak ada pemilihan kepada daerah, juga kawasan Putri Nyale telah siap. Maka, NTB pun telah siap menyambut sejuta Turis, Insya Allah.

Juga, jangan dulupakan adanya TIME, pameran pasar wisata Indonesia di NTB pada tahun ini dan tahu depan. Pemprov NTB mengucurkan dana Rp 4 miliar untuk mengundang buyer dan seller pada perhelatan TIME. Harapannya tentu agar para buyers dan puluhan Negara itu dengan antusias mempromosikan da menjual Lombok-Sumbawa sebagai destinasi wisata.

Pun, tak Lupa Pemerintah Provinsi NTB menyiapka masyarakatnya agar memahami pariwisata dan untuk menyambut tamu asing. Hal ini dilakukan bekerja sama dengan para tuan guru haji alias ulama pesantren di seluruh NTB. Merekalah yang bakal menjadi juru bicara manfaat pariwisata. “Merekalah yang kan mnautkan antara agama dan kampanye sadar wisata semisal soal kebersihan yang terkait dengan iman, atau ramah dengan setiap orang sebagai bagian dari ahklak orang yang beragama.” Ujar mMisbah Mulyadi, ketua Lombok Sumbawa Promo.

Langkah awal menjadikan NTB sebagai kawasan meeting industry adalah dengan melakukan promosi yang mudah tapi bermanfaat. Misalnya, dengan menganjurkan dinas-dinas yang ada untuk mengadakan rapat kerja nasional di Lombok. Ikatan Alumni dan asosiasi yang ada di NTB pun membujuk untuk menggelar kegiatannya di hotel-hotel yang betebaran di sepanjang pantai Senggigi. Bila perlu, memanfaatkan ketenaran mutiara Lombok dengan mengadakan lelang mutiara skala international.

Agar tak dibilang hasrat besar kemampuan nihil, peningkatan kwalitas SDM pun dilakukan . Berbagai pelatihan untuk stakeholder pariwisata atai MICE. Bahkan, beberapa hotel di Lombok sudah focus ke MICE, salah satunya adalah The Santosa, Hotel yang akan menjadi venue penyelenggaraan TIME. “Kami melihat Makasar Mulaya menggelar TIME di hotel lalu setahun kemudian mampu menggelar pameran ini sebuah hall.” Kata Gita. “ Kami berharap itu terjadi pula di Lombok.”

Ada satu hal lagi yang sesuangguhnya yang perlu dilakukan di NTB, yakni sebagaimana di Bali- menghidupkan dan mengembangkan seni budayanya dengan wajar. Maksudnya, kesenian tradisional Lombok dan Sumbawa harus tidak dimasukkan musem, dibekukan hingga tampak tetap”asli.” Ini akan kontraproduktif. Seni BUdaya bukan harus dibekukan, melainkan dihidupkan sesuai dengan zamannya, tetapi tak meninggalkan nilai-nilai dasarnya.

Turis Eropa dan Negara lain, Jepang dan Korea misalnya, bukan orang-orang tanpa apresiasi budaya. Meraka paham kesenian yang berkualitas dan layak dinikmati, dan kesenian yang dikemas hanya untuk menghibur. Kita sering salah paham dan salah menduga, menyuguhkan kesenian dangkal, hanya emas imitasi, karena inilah yang disukai oleh turis asing. Kita lupa lewat internet apresiasi manapun, termasuk kesenian dan budaya tradisional Lombok-Sumbawa Amin.