can i order cigarettes online where can i buy lucky strikes in atlanta

Prospek Lombok 2012 Bandara Internatioanl Lombok Pintu Masuk Wisatawan Asing

July 24, 2009 by admin  
Filed under News

Dalam meeting industry dan pariwisata, soal akses adalah daftar teratas yang perlu dibenah. Muskil memang, bagaimana menggelar pertemuan untuk 3000 hingga 10.000 orang tanpa bandara yang bisa dipakai untuk mendarat pesawat berbadan lebar. Itulah mengapa Emaar Properties, yang akan membangun kawasan penginapan setara dengan Nusa Dua di Bali, mensyaratkan Lombok harus segera memiliki bandara yang memiliki landasan pacu 4,5 kilometer sebelum prasarana wisata yang lain dibangun.

Bandara Selaparang yang saat ini beroperasi hanya memiliki landasan pacu 2100 meter dan melayani penumpang rata-rata 2500 setiap hari. Pesawat terbesar yang bisa mendarat di bandara ini hanya sekelas boeing 737 seri 400 dengan kapasitas 180 tempat duduk, sedangkan pesawat berbadan lebar semisal boeing 747 atau airbus yang banyak digunakan membawa wisatawan dunia dari berbagai negara tidak bisa mendarat di bandara Selaparang. “Secara teknis, lingkungan bandara lama sudah tidak bisa dikembangkan lagi, ” kata I Ketut Erdi Nuka, General Manager Bandara Selaparang.

Itu sebabnya pemerintah pusat dan pemerintah provinsi NTB mempercepat pembangunan BIL atau Bandara International Lombok. Direncarankan BIL rampung pada akhir 2009 dan beroperasi pada awal 2010. Namanya juga ingin cepat, wal hasil hitung-hitungan anggaran untuk pembangunan Bandara seluas 538 hektare itu membengkak. Menurut I Gusti Ngurah Ardita, Deputi Direktur Proyek Pembangunan BIL, usai direvisi berkali-kali ditemukanlah angka Rp. 802 milyar. “Dana itu diantaranya berasal dari Angkasa Pura I Rp. 644 milyar, pemprov NTB Rp. 117 milyar dan pemkab Lombok Tengah Rp. 41 milyar, “ kata I Gusti Ngurah Ardita.

Pembangun BIL terbagi dua fase. Fase pertama terbagi lagi menjadi 2 tahap. Pada tahap peratama yang rencananya rampung 2009 akan dibangun landasan pacu sepanjang 2.750 meter dengan terminal 3 lantai 12.000 m2. Terminal ini akan memiliki kapasitas 2 juta penumpang per tahun.

Tutur Ardita kepada venue, “Semua berjalan sesuai jadwal. Run way telah rampung 60 persen, terminal 18 persen, lahan parkir 4 persen, gedung operasional telah dimulai pembangunannya, dan juga akan dilakukan pembangunan infrastruktur pendukung semisal pembangkit listrik, PDAM, dan akses menuju bandara”. Tahap 2 pembangunan BIL dilakukan pada 2013 – 2015 pada tahap ini terminal diperluas menjadi 16.500 m2 dan bisa menampung hingga 2,4 juta penumpang per tahun.

Pada fase kedua akan dibangun landasan pacu sepanjang 3500 meter dan terminal 28.750 m2 yang bisa menampung hingga 3,2 juta orang setiap tahunnya. Direncanakan fase kedua selesai pada 2028. Kalau semuanya beres, pesawat Jumbo jet Boeing 747 berpenumpang 400 – 600 orang bakal mulus mendarat di Lombok. Turis manca Negara pun bisa langsung ke Lombok tanpa perlu singgah di Singapura, Kuala Lumpur, Jakarta, atau Bali.

Desain Arsitektur gerbang utama BIL direncanakan sedemikian rupa hingga penumpang yang turun dari pesawat bisa langsung merasakan nuansa budaya local. Bangunan BIL nantinya menyerupai Lumbung tempat menyimpan padi yang biasa menghiasi rumah adat suku Sasak. Disamping itu, BIL nantinya memiliki instrument landing system yang lebih canggih daripada yang dimiliki bandara Selaparang saat ini. Instrument itu sanggup memnimbing pendaratan pesawat pada cuaca buruk hingga jarak 125 kaki diatas ladasan. Jika dalam jarak itu pilot masih belum bisa melihat landasan, barulah dia harus terbang lagi. Bandingkan dengan kepunyaak Selaparang sekarang yang kemampuannya sebatas 450 kaki.

Selain itu, BIL menyediakan lebih dari 100 hektare area untuk kompleks komersial. Disinilah pertokoan, restorant, dan hotel didirikan. Sebagian area itu juga dimanfaatkan sebagai penghijaua sehingga BIL dapat menyandang predikat green airport.

Lalu, untuk apa Selaparang nantinya? Jawab I Ketut Erdi Nuka,” mungkin menarik jika dibuat gedung pertemuan atau hall pameran. Orang bisa meeting sambil memandangi perbukitan”. Jadi, mungkin akan seperti bekas bandara Kemayoran Jakarta yang kini menjadi Jakarta International Expo tempat Pekan Raya Jakarta di gelar setiap tahun. Boleh juga.

The Sira Lombok – Indonesia

July 23, 2009 by admin  
Filed under Uncategorized


« Previous Page